UPC Menjadi Tempat Wisata Terbaru

Dengan pembangunan Pembangkit Listrik Bayu (PLTB) akhirnya menjadi daya tarik utama untuk daerah tersebut. Khususnya untuk penduduk setempat di Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Kota yang sudah dikenal dengan Kota Buckwheel ini konon akan menjadi tempat wisata terbaru di daerah tersebut.

Persis bagaimana tidak, hampir 30 hektar lahan digunakan untuk membangun dan membangun generator angin ini. Tidak luar biasa, orang-orang bertanya-tanya tentang bentuk hacienda. Seperti diakui, generator angin ini adalah pembangkit listrik pertama di Indonesia.

Karena itu, Pemda akan menyiapkan salah satu lokasi yang akan digunakan untuk potret diri (selfie).

Tanah yang terletak di atas gunung memang memasok lingkungan yang menakjubkan. Dari bawah, orang bisa melihat matahari terbit dan matahari terbenam di tempat yang sama.

Karena banyaknya fanatik yang pergi ke daerah tersebut, adalah layak bahwa pemerintah daerah pasti akan bekerja sama dengan PT UPC Sidrap Bayu dalam mengembangkan berbagai infrastruktur lain seperti lokasi parkir mobil, lokasi bisnis, serta fasilitas memasak. Tidak hanya dari pemerintah maupun perusahaan Sidrap Bayu, pemodal juga akan diundang untuk proyek-proyek abadi, seperti pembangunan jalan permanen dan konstruksi administrasi yang pasti akan diserahkan kepada pemerintah kota serta pemerintah federal kabupaten.

Biaya Pembangunan Fase II Lebih Murah

Fase pertama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bayu sebenarnya telah berfungsi pada bulan Desember 2017. meskipun pembangunan dan pembangunan PLTB baru ini selesai setinggi 98% namun dapat menghasilkan listrik sebesar 75 Megawatt (MW).

Saat ini Konsorsium PT UPC Renewables PLTB Sidrap Bayu Energi sebagai kontraktor sedang bersiap-siap untuk tahap II. Ternyata proyek tahap II ini tentu akan lebih murah dibandingkan dengan tahap pertama. Hal ini dikatakan oleh Pendeta Kekuasaan serta Sumber Daya Mineral Ignatius Jonan.

Ignatius Jonan menyatakan harga ini dapat dijangkau oleh lingkungan sekitar, ia juga mengatakan jika harga listrik tidak terjangkau anggaran setelah itu tidak ada yang menggunakan energi listrik ini.

Mengapa pengembangan tahap II ini lebih ekonomis, Direktur UPC Renewables Exec Andrew Sutherland mengatakan bahwa pusat penopang pekerjaan ini seperti jalan raya, jembatan serta pelabuhan tersedia dari tahap awal pembangunan. Jadi, mereka tidak perlu menghabiskan lebih banyak untuk fase II ini.

Brian Caffyn sebagai Chief Executive Officer UPC Sidrap berharap tidak hanya di Sulawesi saja yang membangun energi listrik menggunakan generator, tetapi di berbagai daerah di Indonesia. UPC tentu akan bekerja sama dengan PT PTNN IX (Persero) untuk membangun PLTB di Sukabumi, Jawa Barat dengan kapasitas 170 MW.